PEMAHAMAN PERSEPSI SOSIAL (BAHASA VISUAL): DALAM SESERAHAN FAY

Pemahaman Persepsi Sosial
"Seserahan Fay"

Hai, teman-teman semua! Bagaimana kabarnya? Semoga sehat selalu dan panjang umur, Aminn. Kita ketemu lagi dalam blog saya, pada kesempatan ini saya akan memaparkan Persepsi Sosial dalam karya desain logo yang saya buat pada usaha "Seserahan Fay".



Profile “Seserahan Fay”

"Seserahan Fay" adalah sebuah usaha yang memancarkan citra elegan, tradisional, dan kreatif dalam penyediaan seserahan untuk acara-acara istimewa seperti pernikahan, pertunangan, dan acara lainnya. Merek ini dikenal karena produk-produk berkualitas tinggi yang dirancang dengan estetika yang indah, menciptakan kesan bahwa setiap seserahan adalah karya seni yang cocok untuk acara berkelas.

Target market atau pasar sasaran dari usaha "Seserahan Fay” adalah melibatkan sejumlah segmen pasar yang terkait dengan acara-acara istimewa, terutama pernikahan dan pertunangan. Seperti: Pasangan yang akan menikah atau keluarga. Biasanya usia 20-40 tahun. 




Brand Image “Seserahan Fay”

Perlu diketahui dalam mewujudkan usaha yang maju dan mudah dikenal, perlu adanya Brand Image yang dalam artian membangun citra merek dari usaha tersebut yang dikombinasikan dalam beberapa aspek, termasuk nilai-nilai dan karakteristik. Dalam brand image ini bisa berupa logo, label, kemasan, dan lain-lainnya Untuk menimbulkan perspektif kepada pelanggan dan penyampaian pesan usaha bisa melekat dibenak pelanggan. Aspek yang dipahami adalah: What (Apa) – makna pesan apa yang disampaikan, Who (Siapa) – seperti apa karakteristik audience, Why (Mengapa) – alasan pemilihan audience, dan How (Bagaimana) – bagaimana mengelola bentuk desin yang tepat.

Logo usaha menjadi perspektif paling penting untuk pemaparan sebuah nilai-nilai yang dijual, mulai dari desain visualnya yang akan memberikan pesan pada orang yang melihatnya sebagai perspektif mereka sendiri. Masuk pada logo “Seserahan Fay” kami mencoba menjelaskan makna yang terkandung dalam logo sebagai bentuk perspektif dari kami: Masuk pada objek utama yang kami gunakan adalah Burung merpati, dipilihnya burung merpati karena diartikan sebagai lambang cinta, kebahagiaan, kedamaian, dan kesejahteraan. Hubungan burung merpati dengan perusahaan bahwa kami ingin menyampaikan perusahaan bergerak dengan sentuhan cinta untuk memberikan hantaran cinta kepada seseorang kekasih yang berbahagia.

Pada logo juga dikombinasikan dengan objek box seserahan untuk memberitahu identitas dari perusahaan “Seserahan Fay” yang bergerak dibidang jasa hias box seserahan.

Dalam desain logo pada “Seserahan Fay” bagiamana kami mengelola desain tersebut untuk tepat pada sasaran dari usaha “Seserahan Fay”, karena mengelola bentuk desain menjadi kunci untuk memastikan bahwa logo dapat efektif menyampaikan pesan visual pada khalayak. Berdasarkan proses dan prinsip persepsi, langkah-langkah diambil dalam pembuatan logo ini mencakup definisi tujuan yang jelas dalam perusahaan tersebut. Pemilihan simbol yang relavan seperti  burung merpati, kombinasi simbol dengan box seserahan, pemilihan warna yang mencerminkan perasaan kedamaian dan cinta, kesederhanaan dalam desain, perhatian pada tipografi yang mudah dibaca, uji persepsi untuk memastikan pemahaman yang tepat oleh pemirsa, kontekstualisasi logo untuk berbagai penggunaan, menjaga konsistensi dalam penggunaan logo, dan kesiapan untuk mengoptimalkan desain jika diperlukan.

Dengan langkah-langkah ini, logo "Seserahan Fay" berhasil menggambarkan identitas perusahaan yang bergerak di bidang hiasan seserahan sambil menyampaikan pesan cinta, kebahagiaan, kedamaian, dan kesejahteraan kepada khalayak dengan jelas dan kuat.

Dalam menjaga standar profesionalisme, “Seserahan Fay” ini juga menciptakan hubungan yang penuh keakraban dan sentuhan personal dengan pelanggan. Citra merek ini mencerminkan keanggunan dan kesopanan dalam setiap interaksi dengan pelanggan, menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.

Sekian tulisan mengenai persepsi sosial dalam bahasa visual, semoga bermanfaat. Terimakasih, sampai jumpa kembali.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kegagalan Persepsi (Efek Halo) dalam lukisan "Menawar Mimpi, 2015" Karya Roby Dwi Antono

SENSASI DAN PERSEPSI BAHASA VISUAL DALAM LUKISAN BILL MUHDOR

Persepsi Bentuk Dan Warna (Tangible Dan Intangible Bahasa Visual)