Persepsi Bentuk Dan Warna (Tangible Dan Intangible Bahasa Visual)

 

Persepsi Bentuk dan warna 

Tangible dan Intangible 

Bahasa Visual


Hai, teman-teman semua! Bagaimana kabarnya? Semoga sehat selalu dan panjang umur, Aminn. Kita ketemu lagi dalam blog saya, pada kesempatan ini saya akan membahasa persepsi bentuk tangible-intangible dan persepsi warna pada bahasa visual. Sebelumnya saya akan menjelaskan terlebih dahulu persepsi bentuk, persepsi bentuk dalam bahasa visual ini menuju kepada kemampuan individu sesorang untuk memahami, mengenali dan menginterpretasikan bentuk objek, pola atau bentuk yang dilihat oleh mata dalam ruang lingkup lingkungan visual. Pengertian bentuk sendiri adalah penanda dalam suatu objek tersebut.

Pada persepsi bentuk akan membahas bentuk tangible dan intangible, tangible sendiri memiliki makna yaitu bentuk yang nyata (Real) bukan termasuk bentuk imajinasi. Lalu bentuk dapat disentuh, ditampilkan/ditunjukan (Dapat dialami dalam bentuk wujud).

Sedangkan bentuk intangible memiliki makna yaitu bentuk yang abstrak, tidak nyata, sifatnya berimajinasi, tidak dapat disentuh dan tidak dapat ditunjukan secara terwujud. Saya akan memaparkan beberapa contoh bentuk dan makna persepsi warna dari bentuk tangible dan intangible.

Bentuk Tangible:

1.          Logo Domino’s Pizza (Margonda, Depok)


 

Saya mengambil contoh pertama dari logo visual Domino’s yang terpampang dipinggir jalan Margonda, Depok. Bentuk tangible yang saya dapat dari logo Domino’s adalah memiliki identitas merek dan kesan visual yang kuat. Bisa dilihat pada Logo Domino’s merupakan contoh dari penggunaan bentuk yang mudah ditangkap, dikenali dan sederhana untuk membangun identitas yang kuat. Seperti pada bentuk Dasar persegi panjang yang mencerminkan ketegasan pada logo, lingkaran tumpang tindih (Lingkaran kecil didalam persegi) yang menciptakan asosiasi visual dengan permain domino.

Pada warna Logo Domino’s terdapat warna hitam yang menciptakan warna kontras yang kuat dengan lingkaran putih didalamnya, warna putih lingkaran yang menciptakan efek menonjol yang kuat dan memiliki hubungan kesucian, kebersihan dan kesederhanaan, dan terakhir perpaduan warna merah dan biru ini yang menjadi pondasi kuat untuk menciptakan identitas merek yang sesuai dan sejalan dengan tujuan Domino’s tersebut.

 

2.          Lego Batman (Pajangan Rumah)

 

 

Pada contoh kedua bentuk tangible selanjutnya adalah pajangan atau mainan lego, Karakter batman merupakan bentuk tangible utama, yang direprentasikan dalam sebuah karakter pahlawan super yang ikonik karena dibuat dengan lego. Pada lego batman ini juga memberikan kesan elemen-elemen bentuk berlapis dan tersegmentasi.

 

Pada warna lego batman terdapat warna hitam dan kuning yang merupakan warna dominan dan warna karakteristik tokoh batman, dan terdapat warna abu-abu atau warna gelap lainnya. Warna-warna ini memberikan kesan serius dan misterius yang sesuai dengan karakter batman.

 

3.          Ikonik Mall Margocity (Margonda, Depok)

 


Pada contoh ketiga bentuk tangible saya mengambil dari bangunan mall margocity, pada bagian depan utama margocity memiliki ikonik yang berbeda dari mall biasanya. Mall margocity dirancang dalam bentuk modern dan fungsional yang mencakup elemen-elemen seperti atap melengkung dan memiliki bentuk seperti repetisi garis yang condong melengkung, dingding kaca yang memberikan kesan estetika.

Pada warna bangunan mall margocity menggunakan warna cream dan putih ini yang memberikan kesan elegan, estetika dan bergaya modern. Sehingga kelihatan indah,bersih dan tertata rapih.

 

Bentuk Intangible:

 

1.           Bulan

 

 

Pada bentuk intangible saya mengambil contoh bulan, dalam bulan ini tertuju pada pengalaman visual yang dirasakan oleh indra mata saya dimana ketika saya melihat bulan dilangit malam. Namun meskipun bulan merupakan objek nyata tapi dalam bentuk intangible ini bisa mengacu pada bagaimana cara kita menginterpretasikan dan menghubungkan bulan dengan lingkungan yang disekitarnya, perasaan, dan asosiasi yang dimiliki. Pada kesan jarak, meskipun bulan terlihat jauh dari bumi namun sering kali terlihat dekat dan besar pada langit malam. Ini yang menciptakan sebuah persepsi kedekatan yang kontras dengan kenyataan jarak yang besar, pada perasaan saya ini mengacu kepada rasa keajaiban, keunikan dan keterhubungan dengan alam semesta. Lalu pada bulan juga terkadang mengalami perubahan bentuk seperti bulan sabit, ini menciptakan unsur misteri dan perubahan dalam pengalaman bulan.

 

Pada warna yang terlihat pada bulan ini identik dengan warna putih dan abu-abuan yang mengartikan bahwa bulan dikaitkan dengan kesucian, keabadian, dan kedamaian. Yang menciptakan ketenangan dan spiritual saat kita melihat bulan dimalam hari.

 

2.           Awan

 

 

Pada bentuk intangible saya mengambil contoh kedua dari awan, saat indra mata saya melihat kearah langit saya membayangkan keindahan awan pada saat-saat tertentu ini yang menjadikan persepsi intangible dimana pada awan yang membentuk pola formasi dilangit ini menunjukan awan memiliki karakteristik yang lebih abstrak dalam persepsi saya. Sifat awan juga sama dengan bulan yang suka berubah-rubah bentuk namun awan berubah secara cepat dan tidak bisa diduga-duga karna pola awan dapat muncul dan menghilang dengan cepat, persepsi yang saya ambil dari awan adalah keajaiban, keindahan dan fenomena alam.

 

Pada warna yang terdapat pada awan adalah putih dan kekuningan yang menciptakan kebersihan dan ketenangan warna putih dan kekuningan ini terjadi saat terkena terik matahari. Perubahan warna saat matahari tenggelam ini juga memberikan effect yang sangat berbeda warna awan akan berubah seperti merah, orange dan ungu. Ini yang akan menciptakan efek visual yang menakjubkan yang dikenal dengan sebutan “Senja”.

 

Sekian tulisan mengenai persepsi bentuk tangible-intangible dan persepsi warna pada bahasa visual, semoga bermanfaat. Terimakasih, sampai jumpa kembali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kegagalan Persepsi (Efek Halo) dalam lukisan "Menawar Mimpi, 2015" Karya Roby Dwi Antono

SENSASI DAN PERSEPSI BAHASA VISUAL DALAM LUKISAN BILL MUHDOR